WELCOME TO CONSUMEDIA INDONESIA BLOGSITE


Senin, 04 Maret 2013

China Gencar Menggempur Pasar Batik Indonesia

Tak hanya perkakas rumah tangga, makanan dan minuman, sepeda motor saja, batik China juga kuasa menggempur pasar Indonesia.

Dua pusat penjualan garmen di Jakarta, Tanah Abang dan Mangga Dua menghadapi serbuan batik asal Negeri Tirai Bambu itu. 

Menurut catatan BPS, sepanjang 2012, impor batik dari China mencapai 1.037 ton dengan nilai US$30 juta atau sekitar Rp285 miliar. Impor terbesar adalah batik mekanik dengan jumlah 677,4 ton dengan nilai US$23,3 juta. Batik mekanik adalah batik cap yang dikerjakan dengan mesin.



Selain volumenya besar, batik asal China ini harganya jauh lebih murah dibandingkan batik lokal. Selisih harganya bisa mencapai Rp20–30 ribu per helai. Untuk batik batik cap berbahan katun, misalnya, i tanah Abang, batik China ini dijual Rp70 ribu per helai. Sementara batik sejenis buatan Pekalongan Jawa Tengah harganya Rp 100 ribu.

Menurut Mustofa, pemilik pabrik batik di Pekalongan, batik China bisa lebih murah karena bahan bakunya juga murah. Selain itu, produkitivitas pekerja di China lebih tinggi ketimbang Indonesia. Sudah begitu, boleh jadi, masuknya batik asal China itu melalui jalur ilegal. Desain yang ditawarkan batik Tiongkok pun lebih menarik.

Melihat situasi pasar batik dalam negeri, makin mengancam produsen batik cap di dalam negeri. Dengan berbekal harga murah dan motif yang menarik, batik China sekarang diperkirakan telah menguasai pangsa 25% hingga 30%. Tentu saja, ini menjadi ancaman bagi pengusaha batik di Pekalongan, Cirebon atau Solo.

Yang menyebalkan, pemerintah tampaknya tak begitu khawatir dengan serbuan batik China ini. Seorang pejabat di Kementerian Perindustrian mengatakan, produk tekstil asal China yang masuk ke Indonesia bukanlah batik beneran. “Tidak seperti batik yang diproduksi oleh para pengrajin,” katanya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
.

Sabtu, 02 Maret 2013

Sari Roti Akan Bangun Tiga Pabrik di Jawa dan Kalimantan

PT Nippon Indosari Corporindo produsen Sari Roti berencana membangun 3 pabrik baru tahun ini. Pembangunan satu pabrik diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 100-200 miliar. Untuk lokasi, Indosari memilih mendirikan 2 pabrik di Jawa dan 1 pabrik di Kalimantan.
 
Presiden Director Indosari, Alex Chin mengaku telah menyiapkan dana atau anggaran capex 2013 Rp 400 miliar tahun ini untuk aksi ekspansinya. "Capex untuk tiga pabrik itu kira Rp300-400 miliar di 2013," ucap Chin dalam konfrensi pers di Jakarta, Kamis (28/2).

Chin mengatakan anggaran capex tahun ini lebih besar dari tahun lalu karena kenaikan harga tanah di kawasan industri. Produsen sari roti ini mengambil pendanaan capex 2013 dari dana internal dan pinjaman perbankan dari BCA.



Ditempat yang sama, Public Relations Sari Roti, Stephen Orlando mengatakan, "Lahannya sudah dapat, tapi kita belum umumkan. Investasi untuk satu pabrik diperkirakan membutuhkan hingga Rp200 miliar. Rencananya satu lini untuk produksi roti tawar dan satu lini untuk roti manis.

Dengan dibangunnya pabrik tersebut, menurutnya, diharapkan akan menunjang kapasitas produksi. Sebab, kebiasaan mengonsumsi roti terus meningkat dari tahun ke tahun. "Dengan bangun tiga pabrik, mesin lini untuk produksi menjadi 30 mesin. Sebelumnya, kami hanya memiliki 24 mesin," tegas Stephen.

Untuk proses pembangunanya, Stephen memastikan akan segara dibangun di semester satu tahun ini, karena ditargetkan akan beroperasi tahun ini juga. 

Sekedar informasi, dalam membangun tiga pabrik baru tersebut, perseroan mendapat pendanaan dari fasilitas kredit investasi dari PT Bank Central Asia Tbk senilai Rp220 miliar.

"Fasilitas kredit itu diperoleh pada 11 Desember 2012," kata Sekretaris Perusahaan Nippon Indosari Corpindo, Sri Mulyana, dalam penjelasan tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia, akhir tahun lalu.

Sri menjelaskan, fasilitas kredit itu berjangka waktu enam tahun sejak 11 Desember 2012. Namun, tidak dijelaskan, di mana lokasi tiga pabrik yang akan dibangun itu.
-------------------------------------------------------------------------
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...